Archive for April, 2009|Monthly archive page

Teknik Fotografi

Kadang ada beberapa teman yang bertanya:

Bar, elo belajar fotografi di mana?

Biasanya saya jawab:

Enggak kok, cuman belajar sendiri ajah… otodidak!

Tapi sebenarnya sih yang pertama kali pelajaran fotografi itu adik saya. Tapi hanya sekedar dasar-dasar ilmunya saja, seputar ISO, aperture, dan shutter-speed. Memang, ketiganya adalah prinsip dasar kalau mau belajar teknik fotografi yang “manual”. Kalau tidak mau repot, ya tinggal atur aja ke Full Automatic, beres deh. Tapi kan seninya fotografi kan kalau kita bisa pakai yang manual. Ibaratnya kalau mengendarai mobil, biar kaki tidak pegal ya pakai mobil yang “matic”. Tapi kan seninya justru kalau pakai kopling. Yah begitulah analoginya.

Setelah belajar dasarnya, saya langsung  beli kamera sendiri (meskipun cuma kamera second :P ). Kemudian mulai melakukan eksplorasi dan eksperimen sendiri. Mencari obyek-obyek yang menarik untuk difoto. Foto landscapes, nighscapes, people semua saya coba. Tapi masih banyak yang harus dieksplorasi, masih banyak yang perlu dipelajari. Semuanya itu proses pembelajaran. Yang terpenting pelajari ilmu dasarnya terlebih dahulu. Setelah itu lakukan eksperimen. Cari obyek dan komposisi yang menarik. Perlahan-lahan teknik kita akan semakin bagus.

Untuk memperkaya ilmu kita, coba cari beberapa sumber mengenai teknik fotografi. Bagi yang memiliki duit, boleh ikut kursus fotografi. Tapi kalau mau yang hemat, cari aja tutorial secara online. Ada banyak kok tutorial online yang gratis di internet. Coba pelajari dan praktekkan! Ada satu situs yang sangat menarik, terutama yang suka traveling: Dan Heller Photography. Saya sangat menyukai bagian nite photography-nya dan tertarik ingin mencoba star-trails photography. Tapi sepertinya mesti beli cable release nih.

Bagi saya fotografi dapat memberikan perspektif yang berbeda dari obyek yang kita tangkap. Jadi, mari belajar fotografi! :D

Garuda Indonesia International Photo Contest 2009

Dengan mengucapkan bismillah, akhirnya saya secara resmi ikut serta dalam lomba foto yang diadakan oleh Garuda Indonesia. Browse, register & upload! Ya, sesederhana itu untuk ikut serta dalam lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 30.000.000, kalau bisa jadi Juara Pertama lho, hehe. Yah, udah lewat babak kualifikasi aja langsung sujud syukur mengingat photo contest ini adalah salah satu kontes yang bergengsi. Sudah barang tentu, banyak fotografer profesional dan senior yang akan turut serta. Tapi, iseng-iseng berhadiah lah… Kita tak pernah tau kalau belum mencoba…

Adapun Garuda Indonesia International Photo Contest 2009 ini merupakan ajang kontes foto yang ketiga sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2007. Kontes terdiri dari dua babak, kualifikasi dan final. Untuk berpartisipasi pada babak kualifikasi caranya mudah. Cukup kirimkan maksimal 10 foto terbaik (boleh color atau B/W), format JPEG dengan ukuran file maksimal 500 KB (width max. 1024 pixel atau 150 dpi). Upload sebelum tanggal 17 Mei 2009. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada situs resmi berikut: http://www.garudacompetition.com/contest.php

Selamat Berjuang Kawan!

Berikut ini foto-foto yang saya upload dalam photo contest :D

Hunting Foto di KRL

Siblings

Siblings

Belakangan ini saya merasa agak bosan dengan hunting foto bareng yang bertema fashion photography. Bukannya kurang menarik, tapi rasanya saya butuh sedikit variasi, jadi tidak foto model melulu. Dalam hati saya ingin sekali mencoba foto yang beraliran Human Interest. Akhirnya keinginan saya tercapai juga setelah Ryo mengajak hunting bareng di atas KRL. Tanpa pikir panjang, langsung saja saya meng-iya-kan ajakan tersebut.

Seminggu kemudian, akhirnya kami merealisasikan rencana tersebut dengan janji bertemu di stasiun Manggarai sekitar pukul 8 pagi. Kami masih berada di stasiun sampai sekitar pukul 09.45 untuk menunggu teman yang lain untuk datang. Setelah berkumpul, total ada 5 orang yang akan hunting di kereta. Karena KRL Ciliwung Blue Line tidak beroperasi, kami membeli tiket Ekonomi AC ke Bogor seharga Rp 5.500. Setelah itu, kami bergegas lari menuju kereta yang sudah ada di peron. Tak lama setelah duduk, pintu kereta langsung ditutup. Untung saja kami sempat naik kereta, kalau tidak bisa lama lagi nunggunya.

Guarding

Guarding

Stasiun Tebet, Cawang, Kalibata sudah dilewati oleh kereta. Saya masih duduk di kursi dan mempersiapkan Canon EOS 400D saya yang sudah terpasang lensa Canon EF 28-105mm f/3.5-4.5 II USM. Lensa ini memang favorit saya untuk foto candid, namun saya belum mempraktekkannya di tempat umum seperti di kereta. Biasanya hanya seputar wedding dan foto-foto iseng ketika jalan-jalan bersama teman. Tidak seperti saya, Ryo sudah berjalan mondar-mandir dari gerbong depan sampai gerbong belakang, entah objek apa yang difotonya.

Saya masih belum beranjak dan dalam duduk saya sempat berpikir, apa yang akan saya foto. Saya harus menemukan objek yang menarik, yang tentunya adalah manusia, namanya juga Human Interest. Akhirnya saya menemukan sesuatu yang sangat menarik minat saya, yaitu anak-anak. Karena situasinya adalah hari Minggu, sehingga banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya bertamasya. Dengan modal nekat, akhirnya setelah stasiun Pasar Minggu, saya memberanikan diri untuk beranjak dari kursi dan mulai hunting dengan objek prioritas anak-anak.

Wonderful World

Wonderful World

Kamera sudah ON, dan ISO telah saya set 1600 dengan monochromatic shooting alias B/W. “Kenapa mesti diset B/W? Kenapa gak foto berwarna aja, terus jadiin B/W pakai Photoshop?!” Jawabannya karena saya ingin melihat dunia ini secara berbeda, yaitu secara monochrome. Saya tidak bilang kalau B/W, hasilnya pasti jadi bagus. Bagus atau tidak itu kan relatif. Sebenarnya saya terinspirasi dari Markus Hartel, seorang street photographer. Saya sangat menyukai foto-fotonya, dan kebanyakan memang dalam monochome. Sebelum memotret, saya sudah bayangkan bagaimana nanti hasilnya dalam B/W. Namun, bagian tersulit adalah menangkap momen karena hanya akan datang sekali saja dan cepat terlewat. Tapi jika momen tersebut dapat diambil, rasanya sangat puas sekali. Walaupun belum pro di dunia fotografi, tapi saya sangat menikmatinya dan belajar banyak dalam sesi foto di atas KRL tersebut.

Catatan: Beberapa foto lain dapat dilihat di flickr saya