Archive for the ‘Ekonomi AC’ Tag
Hunting Foto di KRL
Belakangan ini saya merasa agak bosan dengan hunting foto bareng yang bertema fashion photography. Bukannya kurang menarik, tapi rasanya saya butuh sedikit variasi, jadi tidak foto model melulu. Dalam hati saya ingin sekali mencoba foto yang beraliran Human Interest. Akhirnya keinginan saya tercapai juga setelah Ryo mengajak hunting bareng di atas KRL. Tanpa pikir panjang, langsung saja saya meng-iya-kan ajakan tersebut.
Seminggu kemudian, akhirnya kami merealisasikan rencana tersebut dengan janji bertemu di stasiun Manggarai sekitar pukul 8 pagi. Kami masih berada di stasiun sampai sekitar pukul 09.45 untuk menunggu teman yang lain untuk datang. Setelah berkumpul, total ada 5 orang yang akan hunting di kereta. Karena KRL Ciliwung Blue Line tidak beroperasi, kami membeli tiket Ekonomi AC ke Bogor seharga Rp 5.500. Setelah itu, kami bergegas lari menuju kereta yang sudah ada di peron. Tak lama setelah duduk, pintu kereta langsung ditutup. Untung saja kami sempat naik kereta, kalau tidak bisa lama lagi nunggunya.
Stasiun Tebet, Cawang, Kalibata sudah dilewati oleh kereta. Saya masih duduk di kursi dan mempersiapkan Canon EOS 400D saya yang sudah terpasang lensa Canon EF 28-105mm f/3.5-4.5 II USM. Lensa ini memang favorit saya untuk foto candid, namun saya belum mempraktekkannya di tempat umum seperti di kereta. Biasanya hanya seputar wedding dan foto-foto iseng ketika jalan-jalan bersama teman. Tidak seperti saya, Ryo sudah berjalan mondar-mandir dari gerbong depan sampai gerbong belakang, entah objek apa yang difotonya.
Saya masih belum beranjak dan dalam duduk saya sempat berpikir, apa yang akan saya foto. Saya harus menemukan objek yang menarik, yang tentunya adalah manusia, namanya juga Human Interest. Akhirnya saya menemukan sesuatu yang sangat menarik minat saya, yaitu anak-anak. Karena situasinya adalah hari Minggu, sehingga banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya bertamasya. Dengan modal nekat, akhirnya setelah stasiun Pasar Minggu, saya memberanikan diri untuk beranjak dari kursi dan mulai hunting dengan objek prioritas anak-anak.
Kamera sudah ON, dan ISO telah saya set 1600 dengan monochromatic shooting alias B/W. “Kenapa mesti diset B/W? Kenapa gak foto berwarna aja, terus jadiin B/W pakai Photoshop?!” Jawabannya karena saya ingin melihat dunia ini secara berbeda, yaitu secara monochrome. Saya tidak bilang kalau B/W, hasilnya pasti jadi bagus. Bagus atau tidak itu kan relatif. Sebenarnya saya terinspirasi dari Markus Hartel, seorang street photographer. Saya sangat menyukai foto-fotonya, dan kebanyakan memang dalam monochome. Sebelum memotret, saya sudah bayangkan bagaimana nanti hasilnya dalam B/W. Namun, bagian tersulit adalah menangkap momen karena hanya akan datang sekali saja dan cepat terlewat. Tapi jika momen tersebut dapat diambil, rasanya sangat puas sekali. Walaupun belum pro di dunia fotografi, tapi saya sangat menikmatinya dan belajar banyak dalam sesi foto di atas KRL tersebut.
Catatan: Beberapa foto lain dapat dilihat di flickr saya
Comments (7)






