Archive for the ‘Fotografi’ Tag
Teknik Fotografi
Kadang ada beberapa teman yang bertanya:
Bar, elo belajar fotografi di mana?
Biasanya saya jawab:
Enggak kok, cuman belajar sendiri ajah… otodidak!
Tapi sebenarnya sih yang pertama kali pelajaran fotografi itu adik saya. Tapi hanya sekedar dasar-dasar ilmunya saja, seputar ISO, aperture, dan shutter-speed. Memang, ketiganya adalah prinsip dasar kalau mau belajar teknik fotografi yang “manual”. Kalau tidak mau repot, ya tinggal atur aja ke Full Automatic, beres deh. Tapi kan seninya fotografi kan kalau kita bisa pakai yang manual. Ibaratnya kalau mengendarai mobil, biar kaki tidak pegal ya pakai mobil yang “matic”. Tapi kan seninya justru kalau pakai kopling. Yah begitulah analoginya.
Setelah belajar dasarnya, saya langsungĀ beli kamera sendiri (meskipun cuma kamera second
). Kemudian mulai melakukan eksplorasi dan eksperimen sendiri. Mencari obyek-obyek yang menarik untuk difoto. Foto landscapes, nighscapes, people semua saya coba. Tapi masih banyak yang harus dieksplorasi, masih banyak yang perlu dipelajari. Semuanya itu proses pembelajaran. Yang terpenting pelajari ilmu dasarnya terlebih dahulu. Setelah itu lakukan eksperimen. Cari obyek dan komposisi yang menarik. Perlahan-lahan teknik kita akan semakin bagus.
Untuk memperkaya ilmu kita, coba cari beberapa sumber mengenai teknik fotografi. Bagi yang memiliki duit, boleh ikut kursus fotografi. Tapi kalau mau yang hemat, cari aja tutorial secara online. Ada banyak kok tutorial online yang gratis di internet. Coba pelajari dan praktekkan! Ada satu situs yang sangat menarik, terutama yang suka traveling: Dan Heller Photography. Saya sangat menyukai bagian nite photography-nya dan tertarik ingin mencoba star-trails photography. Tapi sepertinya mesti beli cable release nih.
Bagi saya fotografi dapat memberikan perspektif yang berbeda dari obyek yang kita tangkap. Jadi, mari belajar fotografi!
Lens Review: Canon EF 50mm f/1.8 II
Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, akhirnya saya memiliki lensa sendiri. Sebelumnya saya mempertimbangkan untuk membeli lensa bekas karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan membeli lensa baru. Tetapi ketika melihat-lihat harga lensa baru di Oktagon maupun JPCKemang, saya tertarik dengan lensa Canon EF50mm f/.8 II. Pertimbangan pertama adalah harganya yang sangat murah. Hal berikutnya adalah kualitas gambarnya. Jadi meskipun harganya murah tapi kalau hasilnya tidak tajam, saya tidak akan membelinya. Namun seteleh melihat review dari The-Digital- Picture.com, saya semakin mantap untuk memiliki lensa tersebut. Karena harganya masih terjangkau, saya memutuskan untuk membeli lensa baru.
Dengan aperture f/1.8, latar belakang dari objek akan menjadi sangat blur. Berikut adalah 2 foto yang diambil dengan menggunakan aperture yang berbeda.
f/1.8
f/5.6
Lihat perbedaan antara kedua gambar di atas. Latar belakang gambar pertama (f/1.8) terlihat sangat blur dibandingkan dengan gambar kedua (f/5.6). Hasil jepretannya pun sangat tajam dan cocok untuk foto produk atau potrait. Jadi dapat dibayangkan bagaimana gambar yang dihasilkan dengan menggunakan lensa yang memiliki aperture f/1.2 seperti Canon EF 50mm f/1.2 L USM. Yang pasti harganya berlipat-lipat dari lensa murah Canon EF 50mm f/1.8 II. Memang lensanya murah, tapi yang jelas tidak murahan.
Kelemahan dari lensa ini terletak pada fokusnya yang agak sulit diatur karena pengaturannya berada pada ujung lensa. Selain itu, lensa ini terbuat dari bahan plastik, jadi terkesan ringkih dan seperti mainan. Selebihnya tidak ada kekurangan lain. Jadi buat fotografer pemula yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli lensa yang mahal, Canon EF 50mm f/1.8 mungkin merupakan solusi terbaik.
Foto Terbaik Bulan November 2008
Onthel Cycling
Foto ini diambil di depan museum Fatahillah di kota tua. Waktu itu, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dan sudah masuk Maghrib. Dengan kondisi pencahayaan yang minim, sangat sulit untuk mendapatkan foto yang bagus karena aperture-nya sudah mentok alias sudah yang paling lebar, yaitu f/4. Jadi, terpaksa speed-nya diperlambat. Untung saja masih dapat speed yang tidak terlalu lambat (1/6). Di situ saya mencoba teknik panning untuk pertama kalinya yang ternyata gampang-gampang susah. Objeknya bisa fokus, tapi komposisi jelek. Sebaliknya, komposisi bagus, tapi objeknya blur. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya dapat satu foto yang terbaik (menurut saya lho). Walaupun objek agak tidak fokus (maklum masih amatir), tapi komposisi dan cahaya Cafe Batavia yang berada di latar belakang menambah hiasan yang menawan di foto tersebut.
Behind the scene:
Onthel disewa dari seorang tukang ojek sepeda yang ada di sekitar lokasi. Setelah proses negosiasi yang cukup alot, akhirnya kami sepakat untuk membayar sewa sepeda sebesar Rp 10.000 untuk digunakan selama 30 menit. Setelah itu dilakukan adegan bonceng-membongceng sambil difoto oleh juru kamera yang ada di sana (Japra, saya, dan adik saya). Terima kasih buat geng OOTers yang sudah berbagi keceriaan bersama. Walaupun badan pegal-pegal karena seharian keliling Kota Tua, namun sangat menyenangkan.
Detil foto:
- Model: Nury
- Kamera: Canon EOS 450 D
- Exposure: 1/6
- Aperture: f/4
- Focal length: 40 mm
- ISO speed: 800
My Wishlist
Berikut ini adalah beberapa barang yang ingin sekali saya beli dalam waktu dekat ini:
Tas Lowepro EX 160

www.jpckemang.com
Compact Flash Memory Card Sandisk Ultra II CF 2.0GB

www.jpckemang.com
Lensa Tamron SP AF 28-75mm f/2.8 XR Di LD Aspherical (IF) Macro

www.jpckemang.com
dan yang terakhir adalah:
Kambing Kurban

Kapan nabungnya kalo belanja melulu ![]()
Comments (2)
Comments (5)
Comments (9)





