Belajar Menggunakan Speedlite

Setelah berbulan-bulan lamanya, akhirnya saya coba mengisi lagi blog ini dengan berbagi secuil ilmu mengenai bagaimana cara menggunakan speedlite.

Sekitar awal Januari, akhirnya saya investasi (lagi) dengan membeli Nissin Speedlite Di622. Sekilas, memang merknya sama dengan kue-kue kalengan yang dijual di supermarket. Tapi jangan salah, speedlite ini (menurut saya) sudah cukup untuk cari duit kecil-kecilan sebagai tukang foto keliling! Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman dalam menggunakan speedlite Nissin dalam berbagai indoor event.

Pengalaman pertama menggunakan speedlite adalah dalam acara seminar kecil. Alhamdulillah, saya dapat kesempatan untuk jadi juru fotonya sambil mengasah kemampuan dan menambah jam terbang untuk foto event. Di event ini saya mengambil pelajaran yang sangat berharga dari kesalahan saya. Kesalahan saya adalah mengatur kamera dengan aperture priority. Kenapa ini menjadi kesalahan yang sangat mendasar?

  1. Objek yang saya foto adalah manusia yang selalu bergerak dan bukan model yang dapat saya atur posenya.
  2. Pencahayaan ruangan yang redup, sedangkan saya menggunakan lensa Canon EF 28-105mm dengan F/3.5-4.5 yang tidak memiliki diafragma yang besar dalam kondisi cahaya yang minim.

Akibatnya, banyak foto yang blur dan ada satu momen yang paling penting, malah kualitasnya jelek karena objeknya bergerak. F sudah saya atur yang paling kecil. Tapi karena cahayanya kurang, jadi speednya agak lambat. Kalau dipikir-pikir, sangat mengecewakan. Foto yang (layak) saya serahkan hanya70, dari 100-an foto yang saya ambil. Benar-benar pengalaman yang buruk untuk memulai job sebagai tukang foto. Tapi, saya bersyukur karena melakukan kesalahan, sebab saya dapat mengambil pelajarannya.

Setelah itu saya berpikir, bagaimana caranya untuk foto di acara serupa, dengan objek manusia yang bergerak dan dalam ruangan, tapi saya tidak ingin menggunakan ISO 1600 karena banyak noise-nya. Akhirnya, saya konsultasi dengan teman yang lebih berpengalaman menggunakan speedlite. Dia menyarankan saya untuk mengatur kamera dengan speed priority. Setelah diberi petunjuk, saya langsung ingin mempraktekkannya di suatu acara. Kebetulan ada teman SMP saya yang akan segera menikah. Langsung saja saya tawarkan jasa untuk sekedar foto-foto candid, free of charge. Tentu saja, dia sangat senang dengan keinginan saya tersebut, namanya juga gratis…

Di hari-H, saya sudah bersiap membawa speedlite beserta baterai AA yang full charged, serta Canon EOS 400D + Lensa EF 28-105mm F/3.5-4.5 USM kesayanganku. Kamera saya atur dengan speed priority ditambah dengan manual flash exposure sesuai dengan kebutuhan pencahayaan. Alhasil, foto-foto candid yang saya ambil sukses besar dan teman saya yang baru nikah itu sangat senang dengan foto-fotonya. Memang, pernikahan adalah momen paling bahagia bagi pasangan penganting. Tetapi, pada saat itu juga adalah momen saya yang paling bahagia karena dapat mengabadikan kebahagiaan kedua pasangan pengantin. Sepertinya saya mulai menikmati jadi tukang foto candid di wedding nih. Ada yang berminat meng-hire saya di acara nikahannya? hehe…

About these ads

4 comments so far

  1. tukangmoto on

    salam kenal mas..saya jg lg belajar flash nih. saya pernah coba dengan cara bouncing cahaya flash ke langit2 rumah saya.. selebihnya pakai mode manual saja. asal kalkulasinya tepat .. tidak masalah tuh :)

    salam kenal juga mas… iya pake flash tuh gampang2 susah, kadang2 under, kadang2 juga terlalu terang… bener kata mas, perlu kalkulasi yang tepat… hehe… tapi kita juga harus tau kondisi ruanganannya, bagaimana pencahayaannya, klo langit2nya rendah kan bisa pake bouncing cahaya flash… tp klo tinggi ya gak bisa… yah seperti itu lah… mudah2an makin banyak jam terbangnya, makin dapet feelnya :)

  2. hermansyah on

    Tapi saya tetap tidak mengerti cara pakai speedlite…
    Sedih amat ya..!!!

  3. photolab on

    salam kenal mas

    emang di indoor bisa direct flash kalau langit2nya tinggi mas?kyknya susah deh,saya ud sering coba tapi over diobjek under di background.apa saya yang ga bisa yach hahahahaaha.mohon pencerahannya mas

    thx

  4. que on

    salam….
    kalau sy guna speed priority macam mana pula iso nya utk org sering bergerak ada kah iso 400 memadai


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: